Iklan dengan Amanat

My face was truly a masterpiece in this one. I should have a museum filled with my derp faces.

Advertisements

Goldilocks dan Tiga Beruang

goldilocks-1Judul: Goldilocks dan Tiga Beruang
Asal cerita: England
Sumber cerita: http://hijaupohon.blogspot.co.id/2011/05/goldilocks-dan-tiga-beruang.html
Cerita:
Suatu ketika, ada seorang gadis kecil bernama Goldilocks. Ia suka bermain, tapi ia tidak boleh meninggalkan rumahnya. Suatu hari, karena bosan, ia berjalan-jalan di hutan. Tak lama kemudian, ia tersesat. Goldilocks menemukan sebuah rumah. Ia bergegas ke rumah itu. Ia mengetuk pintunya, tapi tidak ada yang menjawab.

Ketika masuk ke dalam rumah, ia melihat meja di dapur yang diatasnya terletak tiga mangkuk bubur. Goldilocks pun merasa lapar. Akhirnya ia mencicipi bubur-bubur tersebut.
Ia pertama mencicipi bubur di mangkok pertama.“Bubur ini terlalu panas!” katanya.
Ia pun mencicipi bubur dari mangkok kedua. Ia pun berkata lagi “Bubur ini terlalu dingin”.
 Akhirnya, ia mencicipi bubur yang ada di mangkok terakhir.
“Ahhh, bubur ini jauh lebih baik,” katanya gembira dan ia pun memakannya sampai habis.
Setelah makan sampai kenyang, ia pun berjalan ke ruang tamu dan ia melihat tiga kursi. Goldilocks duduk di kursi pertama untuk mengistirahatkan kakinya.
Ia mencoba duduk di kursi pertama. “Kursi ini terlalu besar!” katanya.
Ia pun mencoba duduk di kursi kedua. “Kursi ini terlalu empuk!” dia mengeluh lagi.
Akhirnya ia mencoba kursi terakhir. “Ahhh, kursi ini benar-benar tepat,” katanya. Tapi saat ia duduk di kursi untuk beristirahat, kursi itu rusak dan patah karena Goldilocks terlalu berat.
Goldilocks sangat lelah saat ini, jadi dia naik ke atas untuk kamar tidur. Di kamar tDia berbaring di tempat tidur pertama, tapi itu terlalu keras.
Lalu ia berbaring di tempat tidur kedua, tapi itu terlalu lunak.
Lalu ia berbaring di tempat tidur ketiga dan itu yang sangat tepat dan nyaman baginya. Goldilocks pun tertidur lelap.
Ketika ia sedang tidur, tiga beruang pulang. “Seseorang sudah makan buburku!” geram Papa beruang.
“Seseorang sudah makan buburku juga!” kata Mama beruang.
“Seseorang sudah makan buburku dan ia makan semuanya!” teriak Anak beruang.
Ketika mereka berjalan ke ruang tamu, mereka pun terkejut lagi “Seseorang sudah duduk di kursiku!” geram Papa beruang.
“Seseorang sudah duduk di kursiku juga!” kata Mama Beruang.
“Seseorang sudah duduk di kursi ku dan telah menghancurkannya sampai berkeping-keping!” teriak Anak Beruang.
Mereka memutuskan untuk melihat-lihat lagi dan ketika mereka sampai ke atas yaitu di kamar tidur, Papa beruang menggeram, “Seseorang sudah tidur di tempat tidurku!”.
“Seseorang sudah tidur di tempat tidurku juga!” kata Mama Beruang.
“Seseorang sudah tidur di tempat tidurku dan dia masih ada!” seru Anak Beruang.
Saat itu, Goldilocks terbangun dan melihat tiga beruang.
Dia berteriak dengan ketakutan “Tolong!”. Ia pun melompat dan berlari keluar dari ruangan. Goldilocks berlari menuruni tangga, membuka pintu, dan lari ke hutan. Ia pun akhirnya sampai ke rumahnya. Dan setelah itu ia pun berjanji akan menuruti perintah orang tuanya.

 

2nd Place Kemdikbud Digital Drawing 2016 Competition

Jefanya 160206001  Sampoerna Academy.pngLast week, I joined a digital drawing competition held by Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). I won 2nd place in the middle school category. I have a good feeling I could get 1st place next year 🙂

I’m an avid doodler, I draw like every single day. Despite that, I easily get confused and feel lost when drawing, it’s most likely called an art block, go google it if you have to. I also have issues when it comes to coloring. Personally, I like to color my drawings in a simple manner. Also, sometimes my eyes decided to not cooperate with me halfway and go blurry.

I won 2nd place because I had a misinformation. I didn’t drew by the theme that is “ICT for All”, nonetheless, I still won 2nd place. I expected not to be on the top 3. I actually expected to be disqualified or something. But surprisingly, I didn’t. My mom told me I should just draw a floating laptop in front of her or something, that’ll convince the judges I didn’t have any misinformation.

Oh, my mom also said my drawing’s cute.

Since my dad decided to buy a new laptop for me, despite us already having 4 laptops but those 4 laptops are either slow, too small, has no memory left or has no battery at all (so it’s basically useless). I arrived like an hour before the competition started and I had problems setting up my pen tablet on the new laptop, but I got through the problem anyway.

I don’t feel like I did my maximum effort on this drawing, I feel disappointed in myself and spent later that day eating a lot of sweet-sugary food to aid the feeling. I believe I can do better but I got confused halfway the competition.

Oh well, there’s always next year.

Pantun

  1. Apa itu pantun?
    Pantun adalah sebuah jenis puisi lama yang berbentuk pendek. Pantun dapat digunakan untuk menghibur atau menasehati orang. Pantun sangat terkenal luas di Nusantara. Contohnya, di Jawa, pantun dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda, pantun dikenal sebagai paparikan dan di dalam bahasa Batak, pantun dikenal dengan nama umpasa (dibaca uppasa).
  2. Sejarah Pantun
    Pantun pertama muncul pada Sejarah Melayu dan pertama dibukukan oleh Haji Ibrahim Datuk Kaya Muda Riau, seorang sastrawan yang hidup di jaman Raja Ali Haji. Kata “pantun” berasal dari bahasa Mingkabau yang berarti penuntun. Pada jaman dahulu, pantun dibuat dalam bentuk lisan, tetapi semakin berkembangnya jaman, pantun menjadi bentuk tertulis.
  3. Ciri- ciri Pantun
    – Terdiri dari 4 baris.
    – Bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a.
    – Setiap bait pantun memiliki sampiran dan isi.
    – Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata.
    – Setiap baris terdiri dari 4-6 kata.

Pantun Jenaka

Bunga mawar tangkai berduri
Laris manis pedang cendol
Aku tersenyum malu sekali
Ingat dulu suka mengompol

Rumahmu dari kayu
Atapnya dari jerami
Rupamu sungguh ayu
Tapi sayang jarang mandi

 

Source : http://www.kumpulan-terbaru.com/2014/11/kumpulan-pantun-jenaka-lucu-terbaru-2015.html

Pinky Daisy

Pada suatu hari, ada seorang perempuan yang masih berada di kelas 1 SD yang sangat menyukai warna merah muda atau lebih tepatnya, warna pink. Namanya adalah Daisy, Daisy sangat suka warna pink, semua baju yang ia miliki berwarna pink, bahkan kamarnya bewarna pink. Tiap hari ia makan kue berwarna pink dan meminum susu rasa stroberi. Ia pokoknya hanya suka dengan warna pink.

Pada suatu hari, Daisy ingin berangkat sekolah. Daisy tidak memakai seragamnya dan memakai baju berwarna pink. “Kok Daisy nggak pakai seragam sekolah?” tanya Mommy. “Nggak mau ah! Aku lebih suka baju ini!” teriak Daisy “Eh, entar kamu dihukum lho!” ancam Mommy. Daisy sangat keras kepala, ia tidak mau pakai seragam sekolahnya yang berwarna biru itu, “Pokoknya harus pink! Seragam ini biru, aku pokoknya nggak mau!” lawan Daisy. Mommy terus membujuk Daisy yang keras kepala dengan sabar untuk memakai seragam itu sampai ia akhirnya menyerah. “Ya sudah, tapi kalau Daisy dihukum, jangan protes ya!” kata Mommy.

Sesampainya di sekolah, wali kelas Daisy melihat bahwa Daisy tidak memakai seragam. “Daisy, kenapa kamu tidak pakai seragammu?” tanya wali kelasnya “Huh, aku tidak suka dengan seragamnya, warnanya bukan pink!” kata Daisy serasa dia tidak bersalah, “Daisy! Kamu harus pakai seragam ke sekolah! Kamu saya hukum berdiri di luar kelas untuk 30 menit!” kata wali kelas dengan marah. Daisy takut melihat muka marah wali kelasnya. Dia lari keluar kelas dan berdiri di luar kelas sambil mengeluh. “Huh, wali kelas benar- benar jahat! Seragamku harusnya berwarna pink!”

Saat Daisy diperbolehkan masuk, pelajaran Art baru dimulai. Daisy langsung  di suruh untuk melukis. Daisy mengambil satu kaleng cat berwarna pink dan melukis hanya dengan cat pink itu. Daisy menggambar bunga, menggambar kucing, rumput dan matahari. Daisy sangat serius melukis, saat ia sudah selesai, kertasnya penuh dengan warna pink.

“Dimana kucing yang kugambar? Kok bunganya menghilang sih?” Daisy tanya gurunya. “Kucing dan bunga yang kamu buat nggak kelihatan karena kamu melukisnya dengan warna pink semua” kata gurunya “Tapi aku nggak mau pakai warna lain selain pink! Warna lain jelek!” kata Daisy “Coba deh, bayangkan Daisy di dunia yang serba pink, serem nggak?” tanya guru Daisy sambil tertawa “Enggak kok! Dunia yang pink justru lebih bagus!” kata Daisy cemberut, gurunya hanya tertawa saja. Daisy tidak mau menggunakan warna lain selain pink, ia terus melukis dengan warna pink sampai kertasnya basah kuyup dengan cat warna pink sampai akhirnya robek.

Pada malam harinya, Daisy tidur dengan lelap. Tiba- tiba, Daisy terbangun dan apa yang dikatakan guru Art menjadi kenyataan. Kulitnya menjadi pink, rambutnya menjadi pink, semuanya menjadi pink! Rumahnya menjadi pink, rumput- rumput juga menjadi pink, dan bahkan langit juga menjadi pink. “Wah, dunia menjadi pink! Semuanya menjadi pink dan cantik!” teriak Daisy.

Ia berlari di lapangan berwarna pink di dekat rumahnya, semuanya benar- benar menjadi pink! Ia berlari dengan senang sampai Daisy sadar dia sudah jauh dari rumahnya. “Hmm… Dimana ya rumahku?”, Daisy mencari rumahnya tetapi ia tidak bisa menemukannya. Semuanya berwarna pink, Daisy tidak dapat membedakan rumahnya dengan langit dan rumput- rumput.

Daisy mulai takut karena ia tidak bisa pulang ke rumahnya. Ia tidak bisa melihat apapun selain warna pink, Daisy menjadi takut dan ia berteriak keras- keras. Tiba- tiba, Daisy langsung terbangun, ternyata semua itu hanya sebuah mimpi. Ia melihat badannya tidak pink lagi, rambutnya juga tidak pink lagi, Daisy melihat keluar jendela dan melihat rumput yang hijau dan langit yang biru. Daisy sangat senang dunia tidak berwarna pink lagi.

Hari itu Daisy memakai seragam sekolahnya tanpa harus dibujuk Mommy dan di sekolah, Daisy disuruh melukis lagi. Tetapi sekarang, Daisy tidak melukis hanya dengan cat pink lagi, ia menggunakan warna- warna yang lain juga. Kucing ia gambar dengan warna abu- abu, bunga ia gambar dengan warna merah, langit ia gambar dengan warna biru dan rumput dengan warna hijau. Saat Daisy sudah selesai, teman- temannya sangat terkagum dengan lukisannya. “Wah, lukisanmu bagus banget, Daisy!” puji temannya.

Ia senang dipuji temannya. Ia juga sangat senang menggunakan warna lain, “Wah, ternyata semua warna bagus juga!” kata Daisy. Daisy juga tidak mau hilang lagi di dunia yang serba pink.

Storytelling

Ide cerita: Tentang seorang perempuan yang sangat suka dengan warna merah muda atau pink.

Tokoh: Daisy, Mommy, Wali kelas, Guru Art

Karakter: Daisy : pilih- pilih,  baik hati, jutek, keras kepala – Mommy : baik hati, sabar – Wali kelas : Baik hati, galak, sabar – Guru Art : sabar, baik hati, ramah

Nilai/Amanat: Kita tidak boleh pilih- pilih.

Jalan cerita: Daisy sangat suka warna merah muda, ia tidak mau menggunakan warna lain selain merah muda. Pada suatu hari, ia bermimpi tentang sesuatu yang membuatnya sadar bahwa warna merah muda juga bisa menjadi menyeramkan.

Reflection: Apa yang aku pelajari dari kegiatan storytelling ini adalah bahwa aku benar- benar payah kalau dengan anak- anak. Aku merasa susah menahan mereka dari rasa bosan walaupun aku sudah mengajak berkomunikasi. Aku tidak tahu kalau itu hanya perasaanku atau mereka benar- benar bosan.

Dari kegiatan ini, aku dapat lebih mencoba memperbaiki sifatku yang “not good with kids“. Aku selalu bermasalah jika berkomunikasi dengan anak- anak yang lebih muda dari 8-7 tahun dan sampai sekarang aku masih bermasalah dengan sifat itu.